Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali

Hukum-Melakukan-Umroh-Tiga-Kali

Melaksanakan Umroh Tiga Kali

Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali—Pada jaman yang sudah sulit dalam mencari finansial ini, banyak orang yang melakukan hal yang tidak memiliki dalil dan yang tidak pernah disyariatkan atau dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam ketika sedang berada di tanah suci, misalnya saja ketika melakukan ibadah umroh di tanah suci. Karena ke tanah suci membutuhkan biaya yang cukup maka dalam satu waktu, lalu Jama’ah umroh melakukan pengulangan umroh hingga tiga kali dalam satu waktu tersebut . Hal ini tentunya tidak sah dan belum pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam. Jadi melakukan umroh berulang kali dalam satu waktu, Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali nya adalah berlebihan, dan karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam, jika dilakukan akan tidak sah. Namun, apabila dilakukan umrohnya dengan waktu yang berbeda tentunya tidak apa-apa. Karena melakukan umroh berulang kali, dapat menjadi penebus dosa bagi yang melakukannya. Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali dalam berbeda waktu yang akan menjadi penebus dosa ini, tentunya berdasarkan hadits yakni yang artinya : Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam bersabda, “Umroh satu ke umroh lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya kecuali surga”.

Hadits Pelaksanaan Umroh Yang Dilakukan Rasulullah SAW

Adapun hadits yang berkenaan langsung dengan Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali atau lebih, dalam keadaan safar yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam yakni yang artinya adalah sebagai berikut : Dari Ibnu ‘Abbas berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam mengerjakan umroh sebanyak empat kali. (Yaitu) Umroh Hudaibiyah, Umroh Qadha, Umroh ketiga dari Jira’nah, dan keempat (umroh) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau”. (Hadits Riwayat Tirmidzi No. 816 dan Ibnu Majah No. 2460). Menurut Penafsiran dari Ibnul Qayim, dalam Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali atau lebih yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam pada hadits diatas, tidak ada perbedaan pendapat (Zadul Ma’ad, 2:89). Pendapat tersebut ialah bahwa umroh yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam ialah dilakukan dalam berbeda waktu. Tiga umroh dilakukan pada saat melakukan safar atau sebuah perjalanan sendiri tanpa disertai dengan melaksanakan ibadah haji, sedangkan untuk yang satunya dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam ketika melaksanakan ibadah haji. Mau sukses dalam perjalanan umrohnya? Mau tidak kena tipu atau tertunda? Pilih saja Khazzanah Tour Travel sebagai pembantu Anda untuk berangkat umroh ke tanah suci, karena inilah Travel Umroh Terbaik, berpangalaman dan terpercaya.

Sejarah Dari Hadits Pelaksanaan Umroh Rasulullah SAW

Dalam sejarah Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali atau lebih yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alahi Wasalam, adalah Umroh pertama yaitu Umroh Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam pada tahun 6 Hijriyah. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam dan para sahabat, berbaiat dibawah syajarah atau pohon, mengabil miqat dari Dzul Hulaifah Madinah. Perjalanan umroh yang pertama ini, ada suatu peristiwa yakni kaum musyrikin mencegah kaum muslimin memasuki Kota Mekkah.  Kemudian terjadilah perjanjian Hudaibiyah yang akhirnya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam dan para sahabat kembali ke Kota Madinah tanpa bisa melaksanakan ibadah umroh yang telah direncanakan sebelumnya. Sejarah Hukum Melaksanakan Umroh 3 Kali atau lebih mengenai umroh yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam yang kedua ialah dilakukan pada tahun 7 Hijriyah. Pada umroh yang kedua ini, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam berada di Mekkah selama tiga hari. Yang ketiga adalah umroh Jira’nah yang dilakukan pada tahun 8 Hijriyah. Sedangkan untuk yang terakhir, umroh yang dilakukan bersamaan pada saat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam mengerjakan haji Wada’.  Perlu digarisbawahi, semua umroh yang tidak disertai dengan haji maupun umroh yang disertai dengan haji terjadi pada bulan Dzul Qo’dah. Sudah tau belum informasi umroh yang akan datang setelah bulan Januari? Jika belum yuk klik Paket Umroh Februari 2017 yang telah dibuka pendaftarannya mulai dari sekarang oleh Khazzanah Tour Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *