Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji

mengenal-miqat-dalam-haji

Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji– Bagi masyarakat muslim di Negara Indonesia tercinta atau negara di seluruh dunia, tentu tidak asing apabila mendengar kata ibadah haji. Sebab orang Islam pasti sudah mengetahui dari rukun Islam. Ibadah haji dilakukan di kota Mekkah. Dalam melakukan ibadah haji, terdapat tata cara pelaksanaannya. Yang pernah atau ingin melaksanakan ibadah haji mungkin saja sudah mengetahui apa saja tata cara pelaksanaan ibadah haji. Tata cara pelaksanaan ibadah haji antara lain : 1.Melakukan ihram di miqat, 2. Wuquf di Arafah, 3. Melontar jumrah ‘aqabah, 4. Tahallul, 5. Mabit di Mina, 6. Thawaf Ifadhah. Melakukan tata cara ibadah haji tentu saja harus berurutan. Apabila tidak melakukan secara berurutan, maka hajinya tidak afdhol atau tidak sah. Pada kesempatan kali ini, artikel dari Khazanah Tour Travel ini akan membahas mengenai miqat. Agar sedikit demi sedikit kita sama-sama mengetahui dan Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji.

Dalam Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji, tentu saja kita harus mengetahui apakah miqat itu? Untuk miqat sendiri artinya adalah batas yang telah ditentukan. Ketika sudah sampai pada batas-batas yang telah ditentukan tersebut, tentu saja Jama’ah haji diharuskan berniat ihram dan memakai pakaian ihram. Nah, dari sinilah Jama’ah ibadah haji memulai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Apabila sudah memulai tata cara pelaksanaan ibadah haji, sudah pasti tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang dan dapat membatalkan ibadah haji yang sedang berlangsung. Miqat ini, juga dilakukan ketika melakukan ibadah umroh. Niat umroh tapi belum tau biayanya? Klik Biaya Umroh, lalu dapatkan infonya?

Miqat terdapat 2 macam, yakni :

  1. Miqat Zamani

Miqat ini ditentukan oleh waktu sahnya pelaksanaan ibadah haji. Dimulai dari terbit fajar tanggal 1 Syawal hingga 10 hari pertama Bulan Dzulhijah. Sehingga waktunya berjumlah 69 hari. Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji ini, bisa dilihat dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 189-197. Dalam ayat-ayat tersebut lebih dijelaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara langsung mengenai waktu-waktunya. Dalam Al Baqarah ayat 189 : “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit, katakanlah : ‘Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji..’” (QS. Al Baqarah : 189). Ayat ini menjelaskan bahwa adanya bulan sabit, sebagai tandanya ibadah haji. Kemudian pada ayat 197, masih pada surat Al Baqarah dijelaskan bahwa haji ada pada bulan-bulan yang telah ditentukan. Para ulama sepakat bahwa bulan-bulan yang telah ditentukan tersebut adalah Bulan Syawal, Zulqa’dah, dan Zulhijah.

  1. Miqat Makani

Mengenal Miqat Dalam Ibadah Haji ini, adalah miqat yang telah ditentukan batas tempatnya. Jika telah sampai pada tempat yang telah ditentukan, barulah Jama’ah haji maupun Jama’ah umroh memakai pakaian ihram. Rencanakan umroh awal tahun Anda dengan melihat infonya disini http://ww.travel-umroh-haji.com Januari

Tempat-tempat tersebut antara lain :

  1. Bir ‘Ali/ Abyar ‘Ali yang dahulunya tempat ini disebut Dzulhulaifah. Biasanya miqat ini, adalah batas miqat yang dipakai Jama’ah haji Indonesia gelombang 1. Miqat ini juga miqat yang diperuntukkan bagi penduduk Madinah. Sedangkan untuk Jama’ah haji Indonesia gelombang 2, biasanya mulai berihram di KAA Airport (King Abdul Aziz Airport).
  2. Al Juhfah yang dahulunya disebut Mahya’ah. Miqat ini adalah miqat untuk penduduk Suriah dan Iran.
  3. Qarnul Manazil, kini disebut As Sail. Miqat ini untuk penduduk Arab Saudi bagian selatan, Najd, Iran, serta ngara-negara teluk.
  4. As Sa’diyah yang dahulunya disebut Yalamlam. Miqat ini untuk Indonsesia, Yaman, Malaysia maupun sekitarnya.
  5. Dzatu ‘Irqin, kini disebut Adh Dharibah. Miqat untuk penduduk Irak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *